APA ITU? PHP,OOP,PDO,MVC dan AJAX
A. PHP
1. Pengertian PHP
PHP merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah web server (server side). PHP di ciptakan oleh programmer Unix dan Perl, bernama Rasmus Lerdoft pada bulan Agustus-September 1994. Pada awalnya, Rasmus mencoba menciptakan sebuah script dalam website pribadinya untuk memonitor siapa saja yang pernah mengunjungi websitenya.
semula, PHP hanyalah sekumpulan script sederhana. Dalam perkembangan selanjutnya, di tambahkan berbagai fitur pemrograman berorientasi objek. hal ini dimulai sejak PHP versi 4. Dengan lahirnya PHP 5, fitur-fitur pemrograman berorientasi objek semakin mantap dan semakin cepat. Dengan PHP 5, script yang digunakan konsep object-oriented akan lebih cepat dan efesien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemrograman berorientasi onjek telah dimulai pada PHP 5.
2. Perjalanan PHP
Pada awalnya, PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (situs personal), selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI pada sekitar tahun 1995, dan di perkenalkan kepada beberapa programmer pemula dengan alasan bahasa yang digunakan oleh PHP cukup sederhana dan mudah di pahami.
Selanjutnya, Rasmus merilis ulang PHP dengan bahasa C untuk meningkatkan kecepatan aksesnya.
Selanjutnya, Rasmus merilis ulang PHP dengan bahasa C untuk meningkatkan kecepatan aksesnya.
Mulai bulan September sampai Oktober 1995, kode PHP di tulis ulang dan digabungkan menjadi PHP/FI. Baru di akhir tahun 1995 dirilis bagi umum secara gratis. Mengapa Rasmus membagikan ke publik secara gratis? ia beranggapan bahwa apabila kode PHP ini berguna bagi dirinya, tentu akan bermanfaat untuk orang lain. Sehingga, pada akhirnya akan kembali bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0 Pada rilis ini, interpreter PHP sudah di Implementasikan dalam program C. Di sertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP di rubah menjadi Akronim berulang PHP, Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan Tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut di kenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. versi ini banyak dipakai karena kemampuannya untuk membangun aplikasi WEB Kompleks, tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0 dalam versi ini, inti dari Interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
hingga pada penghunjung pada tahun 2013 di kutip dari salah satu forum, PHP sudah merilis versi 5.6.2, tepatnya pada tanggal 19 November.
PHP.net melalui situs resminya telah mengumumkan versi terbaru dari PHP, yakni PHP 7.0.0 yang secara resmi dirilis pada tanggal 3 Desember 2015. Ada banyak perubahan signifikan, seperti namespace di PHP 5.3 dan trait di PHP 5.4, tetapi versi yang masih dipakai masih tetap 5.x belum menjadi PHP 7. Lantas, kemanakah PHP 6? dimanakah di aberada? Kenapa dari PHP 5.x langsung update ke PHP 7.x? apakah para core developer PHP salah tulis? rasanya itu tidak mungkin. lalu kenapa?
Beberapa tahun yang lalu, rencana pengembangan PHP 6 dengan beberapa perubahan terutama pada bagian dukungan terhadap unicod dengan menggunakan edcoding UTF-16. Presentasi dan publikasi sudah di lakukan dibanyak tempat. User sudah terlanjur mengenal PHP 6 sebagai PHP yang mendukung unicode, meskipun belum secara resmi dirilis. Namun, Implementasi pada level interpreter agar mendukung UTF-16 tidak udah dilakukan. Sudah 4 tahun berlalu tanpa ada perkembangan berarti pada akhirnya PHP 6 menyerah. Selang beberapa tahun, PHP 5.6 belum mendukung unicode. Ketika kemudian versi mayor akan dirilis, timbullah pertanyaan, apakah akan di namai versi 6 atau versi 7.
Jika mengikuti kaidah penamaan yang normal, tentunya dari PHP 5 dilanjutkan ke PHP 6, karena pada kenyataannya PHP 6 pernah ada (meski tidak pernah dirilis secara resmi), pernah menjadi perbincangan kemana-mana dan menjadi referensi versi PHP yang mendukung UTF-16. Akhirnya, setelah melalui sebuah proses diskusi, di putuskan PHP 7 sebagai nama untuk versi mayor.
Jika mengikuti kaidah penamaan yang normal, tentunya dari PHP 5 dilanjutkan ke PHP 6, karena pada kenyataannya PHP 6 pernah ada (meski tidak pernah dirilis secara resmi), pernah menjadi perbincangan kemana-mana dan menjadi referensi versi PHP yang mendukung UTF-16. Akhirnya, setelah melalui sebuah proses diskusi, di putuskan PHP 7 sebagai nama untuk versi mayor.
B. OOP
1. Pengertian OOP
Pemrograman berorientasi objek atau object-oriented Programming (OOP) merupakan suatu pendekatan pemrograman menggunakan objek dan class. Saat ini, Konsep OOP sudah semakin berkembang. Hampir setiap perguruan tinggi di dunia mengajarkan OOP pada Mahasiswa/i-nya. Pemrograman yang banyak di pakai dalam penerapan OOP adalah C++, Java, Phython, .Net, Ruby, Go, dan lain sebagainya.
Tujuan dari OOP adalah memudahkan programmer dalam pembuatan program dengan menggunakan konsep onjek yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, setiap bagian permasalahan adalah objek, dan objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil.
Contoh Objek dalam kehidupan sehari-hari Misalnya komputer. Komputer terdieri dari beberapa Objek kecil seperti : Motherboard, Processor, VGA Card, RAM, dan lain-lain. objek tersebut saling berhubungan,berinteraksi dan saling sharing satu sama lain. Begitu juga dengan program OOP, permasalahan yang besar akan di pecah menjadi permasalahan yang lebih kecil.
Tujuan dari OOP adalah memudahkan programmer dalam pembuatan program dengan menggunakan konsep onjek yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, setiap bagian permasalahan adalah objek, dan objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil.
Contoh Objek dalam kehidupan sehari-hari Misalnya komputer. Komputer terdieri dari beberapa Objek kecil seperti : Motherboard, Processor, VGA Card, RAM, dan lain-lain. objek tersebut saling berhubungan,berinteraksi dan saling sharing satu sama lain. Begitu juga dengan program OOP, permasalahan yang besar akan di pecah menjadi permasalahan yang lebih kecil.
2. Prosedural VS OOP
PHP bukanlah pemrograman yang murni berbasis onjek, seperti Java misalnya. OOP dalam PHP merupakan fitur tambahan yang mulai ada pada PHP versi 4. Didalam PHP, kita dapat membuat program dengan konsep OOP maupun tidak. Pembuatan program tanpa konsep OOP dalam PHP biasa di sebut dengan pemrograman Procedural. Pemrograman procedural lebih cocok jika digunakan pada project aplikasi dengan skala kecil. Namun, untuk pengerjaan aplikasi yang kompleks, apalagi di kerjakan bersama team akan lebih baik jika menggunakan konsep OOP.
Membuat program dengan konsep prosedural maupun OOP, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. >Kelebihan Prosedural
Membuat program dengan konsep prosedural maupun OOP, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. >Kelebihan Prosedural
- Efektif digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kecil dan tidak terlalu rumit.
- Memperhatikan urutan-urutan/langkah-langkah perintah secara sistematis, logis, dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana.
- Tidak cocok untuk menyelesaikan masalah yang rumit karena akan sulit menemukan solusi permasalahan ketika terjadi error.
- Data dan fungsi di kemas dalam class-class atau objek-objek.
- Efektif digunakan untuk menyelesaikan masalah yang cukup besar karena OOP terdiri dari class-class yang memisahkan setiap kode program-program menjadi kelompok-kelompok kecil, sesuai dengan fungsiya.
- Fungsi-fungsi algoritma yang terbagi menjadi beberapa class dapat memudahkan kita dalam memahami program, begitu pula ketika ada kesalahan program (bug/error) pada program, kita dapat lebih mudah menemukan penyebab errornya dibandingkan ketika menggunakan konsep prosedural.
- Object dan class dapat digunakan berkali-kali, sehingga dapat menghemat tempat (space/memory).
- Setiap objek dapat ditambah kemampuannya tanpa mengganggu objek lain.
- Setiap objek dapat dipakai dalam project yang lain tanpa perlu banyak penyesuaian.
- Programmer yang telah terbiasa membuat program dengan konsep procedural sering merasa kesulitan ketika dihadapkan dengan OOP, biasanya mereka akan kebingungan dengan banyaknya istilah-istilah OOP.
C. PDO
Pengertian PDO
PDO (PHP Data Objects) adalah extension atau penambahan fitur dalam PHP yang di rancang sebagai inteface universal untuk pengaksesan berbagai jenis database. contohnya, Jika kita menggunakan PDO dalam menulis kode pemrograman lalu suatu saat website kita bertukar database dari MySQL ke oracle, maka kita tidak perlu mengubah semua kode program, cukup mengubah cara pemanggilan PDO di awal program saja.
Keunggulan menggunakan PDO
Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan PDO, diantaranya :
- Support 12 jenis database dengan script yang sama. Hanya sedikit perubahan query-nya, jenis database tersebut diantaranya MySQL, Oracle, Ms SQL Server, Porsgre SQL, Dan lain sebagainya.
- PDO membantu mencegah SQL Injection. Dengan PDO Bindparam, statement parameter ataupun inputan dari user secara otamatis difilter.
- Sudah mendukung database transaction.
- PDO lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan fungsi yang lain
D. MVC
Pengertian MVC
MVC Merupakan singkatan dari Model-View-Controller, merupakan sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi dengan memisahkan antara data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller). dengan kata lain, Konsep MVC merupakan suatu metode dalam pemrograman dengan memisahkan komponen utama yang membangun aplikasi, yaitu manipulasi data, user interface, dan juga bagian yang mengontrol aplikasi.
Dalam implementasinya, tidak sedikit framework dalam berbasis arsitektur MVC, Misalnya CodeIgniter, Laravel, CakePHP, Yii, Phalcon, Zend, PHPixie, Symfony dan sebagainya.
Penjelasan lebih lengkap mengenai 3 komponen utama dalam konsep MVC adalah sebagai berikut :
- Model, merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan database untuk manipulasi data (insert, update, delete, meupun search) menangani validasi dari bagian controller, namun tida dapat berhubungan langsung dengan bagian view.
- View, merupakan bagian yang berisi scrip untuk menerima dan mempresentasikan data kepada user. Bagian ini biasanya berupa template HTML yang penampilannya di atur oleh controller. view berfungsi untuk menerima dan mempresentasikan data kepada user. bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian Model.
- Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian Model dan bagian View. Controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan di proses oleh aplikasi.
E. AJAX
Mengenal Ajax
Ajax adalah singkatan dari Asynchronous Javascript And XML, merupakan solusi untuk permasalahan WEB tradisional, dimana ketika client mengirim permintaan kepada server harus menunggu respon dari server, baru dapat melanjutkan aktivitas selanjutnya. Permasalahan muncul ketika terjadi suatu hal pada jaringan atau banyaknya pengunjung yang sedang membuka aplikasi WEB, sehingga respon dari server sangat lambat, tetapi dengan Ajax, hal ini dapat teratasi.
AJAX terdiri dari HTML, Javascript, DHTML, dan DOM yang kemudian di gabungkan dengan bahasa pemrograman WEB di sisi server, seperti PHP dan ASP, sehingga membentuk suatu aplikasi berbasis web yang interaktif.
AJAX bukanlah bahasa pemrograman yang baru, tetapi mumbuat teknik baru untuk membuat aplikasi WEB yang lebih baik, lebih cepat dan lebih interaktif.
dengan AJAX, Javascript dapat langsung berkomunikasi dengan server dengan menggunakan object XMLHttpRequest. Dengan objek ini, Javascript dapat melakukan transaksi dengan server web tanpa harus me-reloading halaman web tersebut secara keseluruhan.
AJAX terdiri dari HTML, Javascript, DHTML, dan DOM yang kemudian di gabungkan dengan bahasa pemrograman WEB di sisi server, seperti PHP dan ASP, sehingga membentuk suatu aplikasi berbasis web yang interaktif.
AJAX bukanlah bahasa pemrograman yang baru, tetapi mumbuat teknik baru untuk membuat aplikasi WEB yang lebih baik, lebih cepat dan lebih interaktif.
dengan AJAX, Javascript dapat langsung berkomunikasi dengan server dengan menggunakan object XMLHttpRequest. Dengan objek ini, Javascript dapat melakukan transaksi dengan server web tanpa harus me-reloading halaman web tersebut secara keseluruhan.
Belum ada Komentar untuk "APA ITU? PHP,OOP,PDO,MVC dan AJAX"
Posting Komentar